Sketsa 3 orang pemuda yang telah berjaya menemui sebongkah emas tulen yang bernilai tinggi.
Pemuda 1
:
Emas ini... perlu kita bahagi-bahagikan sama diantara kita... biar sama rata, sama rasa...
Pemuda 2; Pemuda 3
:
Kami bersetuju...
Pemuda 2
:
Oh! ya...
Sebagai meraikan, nasib baik kita ini... apa kata, kalau kita yamseng adakan makan-makan dan minum-minum sedikit.
Setuju tak, kalian berdua?
Pemuda 1
:
Kamu, Pemuda 3...
Pergilah ke pekan dan belikanlah kita, sedikit makanan dan minuman untuk meraikan nasib baik kita bertiga, ini....
Tapi, awas... jangan sekali-kali dikau ceritakan kepada orang perihal penemuan kita ini... buruk, padahnya!.
Ingat! hati-hati... radio car banyak di luar sana
Pemuda 3
:
Kenapa saya? asyik saya sahaja yang, kena buat itu dan ini... mentang-mentang ler, saya yang paling junior... mentang-mentang ler, saya baru sahaja mengeluarkan duit dari ATM... tau sahaja, mereka berdua ni... menyampah!
Baiklah, wahai sahabat...
Tapi, jangan pula sahabat berdua cuba untuk melakukan khianat kepada kita saya... sepeninggalan kita saya ke pekan nanti.
Sepeninggalan Pemuda 3 itu... Pemuda 1 dan juga Pemuda 2, seia sekata, bersekongkol untuk membolot bongkah emas yang ditemui, hanya diantara mereka berdua, sahaja... lupakan Pemuda 3.
Pemuda 1
:
Ingat janji sumpah setia, kita...
Setibanya Pemuda 3, nanti... aku, akan layan dia dan membawanya, dengan muka semanis gula... ke meja ini.
Kau Pemuda 2, jangan lupa, jangan leka!... tikam dia dari belakang...
Aku pula, akan tutup mulutnya... agar dia tidak sempat untuk, menyumpah kita selama 7 keturunan... menjerit dan aku; aku akan pastikan dia tidak sempat untuk lari ke luar sana!
Pemuda 2
:
Ikut Kekanda ler, Adinda mengikut sahaja...
Baiklah...
Meanwhile...
Pemuda 3, pun... ada rancangan tersendiri...
"Huh! apa kejadahnya aku kena berkongsi emas tu, dengan mereka berdua... sudahlah, mereka hanya tau menumpang kereta aku sahaja, minyak tak nak tolong tuangkan pun barang sekali dua, tol pula tak nak tongtong sama... mereka berdua, bukan boleh dipercayai pun... muka pun tak sejernih mana!", lagi pun, kan emas itu... aku, yang mula-mula jumpa", katanya.
Maka, dia pun singgah ke kedai sensei...
Pamuda 3
:
Towkey!... racun Leopoldamys sabanus baik punya, satu... saya mau, takde bau... takde warna punya... ada?
Towkey
:
Hai, ya...
Ada beruang berwang... alas keranda pun you boleh dapat, maa... semua ada, maa...
Dan;
Pulang ler dia, dengan gembiranya... setelah meracuni makanan dan minuman yang telah dibelinya tadi, sesedap secukup rasa...
Setibanya, dia di rumah...
Pemuda 3
:
Salam Pengakap!.
Hello, hai...
Kanda berdua... yamseng ler, sampai pagi... makan dan minum dulu, ler...
Saya nak berehat sebentar... nak tengok, you mati, berdua... penat, jalan jamed tadi.
Pemuda 1
:
Huh!...
Jangan ler, begitu adinda... kalau, tak mahu makan dan minum pun... mari ler, kita duduk, di meja sana...
kita membawang, berganti-ganti bertiga...
Dosa, biar kita tongtong bersama-sama... pahala, kita bolot sorang-sorang sahaja...
Pemuda 3
:
Baiklah...
Emm... cantik juga, kata pujangga kanda itu... kita saya, setuju.
Seperti yang telah dirancang...
Tiba-tiba! sekonyong-konyong...
Pemuda 2
:
See you in hell, baby!
Alamak!... tertikam ler, pula...
Maafkan ler, kita saya...
Pemuda 1
:
Yes! Yes! Yes!
Syabas, inspector sahab!... sahabat... Tepat, seperti mengikut Standard Operating Procedures, Modus Operandi...
Nanti, I bagi you jawatan dan pingat... cakap mana satu, you mau... I akan bagi, belaka! emas, lebih, sikit
Pemuda 2
:
Pergh! nasib baik... dia tak sempat menyumpah kita berdua... menjerit...
Kalau, tidak... masak kita... 7 keturunan, lama tu... kalau keturunan kita terkena, apa kita nak cerita, kepada mereka, semua...
Pemuda 1
:
Ahh! lupakan ler...
Nanti kita, adakan ler kenduri doa selamat untuk dia... bakar, kemenyan, barang seguni, dua... kita cerita ler, kepada semua... arwahnya, waktu hidup dulu... baik, orangnya!
Mari, kita yamseng... makan minum, dahulu...
Penat juga membunuh ni, rupanya yer...
Pemuda 2
:
Mari, kanda...
Mari, kita raikan, bersama-sama... Emas ini, milik kita! berdua...
Dan;
Seperti yang telah tersurat, seumpama yang telah terencana... Pemuda 1 dan Pemuda 2... senasib, bak Pemuda 3... terkorban, mangsa hasad, tamak haloba.
Mati, tak meninggalkan pun nama... hanya angka, perwakilan diri mereka!
Tentang, Emas...
Sayugia, masih ada lagi di lokasi cerita... hanya, itu yang tinggal... untuk sesiapa pun jua yang teringin mengambil, memilikinya...